Pages

Minggu, 23 Desember 2018

LATIHAN DAN PENGEMBANGAN


NAMA            : THEO MANGGALAPI WIBOWO
KELAS           : 4EB20
KELOMPOK : 2
TUGAS           : MERANGKUM

KELOMPOK 2 :  A. LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Pelatihan dan pengembangan bagi sumber daya manusia adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar bisa menjadi sumber daya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan bekerja, tingkat profesionalisme yang tinggi dalam bekerja agar bisa meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan yang baik.

B. JENIS PROGRAM DAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Terdapat banyak pendekatan untuk pelatlian. Menurut (Simamora: 2006:278) ada
lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan :
1.      Pelatihan keahlian
2.      Pelatihan ulang
3.      Pelatihan lintas fungsional
4.      Pelatihan tim
5.      Pelatihan kreatifitas

C. ORIENTASI PEKERJA BARU
Setelah merekrut pegawai baru, maka harus ada satu proses yang penting yaitu bagaimana memperkenalkan pegawai baru tersebut kepada lingkungan, peraturan dan tujuan perusahaan, sehingga membantu pegawai tersebut masuk ke dalam bagian sebagai pihak yang dapat memajukan perusahaan. Hal inilah yang dikenal dengan istilah Orientasi Pegawai Baru. Seringkali karena kurangnya proses orientasi, menyebabkan kurangnya produktivitas. Hal ini bisa disebabkan kurangnya informasi dan pemahaman tentang peraturan dan bisnis perusahaan, akibatnya si pegawai baru tidak mencapai target yang diharapkan, atau bisa saja dia tidak betah akan situasi dan kondisi perusahaan yang tidak mendukung, akhirnya dia memilih keluar dari perusahaan. Beberapa tahap orientasi yang penting dilakukan, antara lain :

1.      Perkenalan
2.      Penjelasan tujuan perusahaan
3.      Sosialisasi kebijakan
4.      Jalur komunikasi
5.      Proses monitoring

D. PELATIHAN DAN TAHAP-TAHAPNYA
1.      Penetuan kebutuhan pelatihan SDM
2.      Mendesain program pelatihan SDM
3.      Evaluasi efektifitas program pelatihan SDM

E. PELATIHAN FORMAL DAN NON FORMAL
1.      Pelatihan formal
Pelatihan formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi atau perusahaan untuk para karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara teratur, terjadwal dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada. Kurikulum silabus disusun berdasarkan kebutuhan pelatihan yang sudah dikaji sebelumnya, sehingga materi pelatihan itu benar-benar berkaitan dan dapat meningkatkan kemampuan pelaksanaan
pekerjaan sehari-hari karyawan. Metode pelatihan formal
a.       Belajar mandiri
b.      Metode belajar dikelas/ceramah
c.       Pelatihan ditempat kerja (on the job training)
d.      Unjuk kerja
e.       Simulasi
f.        Sistem magang
g.      Pelatihan vestibule
h.      Bermain peran
i.        Telaah kasus
j.        Pelatihan laboratorium


2.      Pelatihan non formal
Pelatihan nonformal adalah pelatihan yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal. Pelatihan formal tidak selalu dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya. Salah satu jenis pelatihan nonformal disebut Built In Training (BIT) atau pelatihan melekat merupakan pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas setiap atasan, untuk  meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar uraian pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

F. PELATIHAN SUPERVISOR, PENGEMBANGAN TEAM, DAN PENGEMBANGAN BAGAN ORGANISASI
Para manager dan supervisor organisasi bertanggung jawab tidak hanya bagi kinerja mereka sendiri, tetapi juga bagi kinerja dari para pekerjanya sendiri. Tujuan dari pelatihan supervisi adalah untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan pengawasan atau supervisi dan manajemen supaya membantu menejemen kepegawaian untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang lain dan untuk membantu pegawai-pegawai dari manager dan supervisor agar bekerja lebih baik dan tangkas. Ada dua jenis pelatihan, yaitu :
1.      Organization Development
2.      Sensitivity Training

G. ARTI DAN PENTINGNYA PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
1.      Sumber daya manusia pendidikan
Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, faktor pendidikan adalah faktor utama untuk mencetaknya. Untuk itu pelaku-pelaku pencerdas generasi bangsa ini adalah
mereka yang benar-benar berkompetensi di bidangnya. Keberadaan guru dan dosen memegang peranan penting dalam proses pembelajaran masyarakat. Dari kerja keras guru
dan dosen yang profesional maka tidak mustahil jika hasil yang dicapai juga akan baik bagi peningkatan sumber daya manusia,
2.      Sumberdaya manusia pertanian
Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian terus dilakukan oleh
pemangku kebijakan (stakeholder) dalam hal ini adalah Departemen Pertanian RI. Pembangunan di sektor Pertanian meliputi peningkatan kualitas SDM petani melalui penyuluhan tata cara bertani yang baik, merupakan program DEPTAN dalam meningkatkan keterampilan dan pemahaman tentang pertanian pada para petani.Bidang usaha yang paling maju di Indonesia adalah bidang pertanian. Maju dalam arti paling dahulu diusahakan, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam usaha itu paling banyak, serta pengalaman bangsa Indonesia di bidang ini tentunya paling banyak.
3.      Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan
Terdapat 3 simpul permasalahan SDM Kesehatan, yaitu :
a. Masalah keterkaitan antara tugas jabatan dengan kompetensinya
b. Masalah pengelolaan yang variatif khususnya dalam bidang reward, yang tergantung pada kemampuan daerah, dan
c. Masalah ketidakseimbangan antara rekruitmen, pendayagunaan dan pembinaan di berbagai daerah khususnya daerah terpencil.

H. PENGEMBANGAN SDM MELALUI DIKLAT
Diklat adalah proses penyelenggaran belajar mengajar dalam rangka meningkatkan
kemampuan PNS. Tujuan diklat adalah:
1.      Meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan, dan sikap untk dapat melaksanakan tugas jabatan secara professional.
2.      Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan.
3.      Menciptakan operator yang mampu berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

I. PENGEMBANGAN MELALUI MUTASI/PROMOSI
Promosi adalah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintah (swasta). Mutasi atau transfer menurut Wahyudi (1995) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya adalah sama seperti sedia kala. Sebab-sebab pelaksanaan mutase menurut Siswandi (1999) digolongkan sebagai berikut :
1.      Permintaan sendiri
2.      Alih tugas produktif (ATP)

J. PENGEMBANGAN MELALUI GKM (GUGUS KENDALI MUTU)
Pengertian GKM di dalam perusahaan adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3-8 orang dari unit kerja yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu ditempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.

K. PENGEMBANGAN MELALUI WASKAT
Waskat adalah pengorganisasian, prosedur, pencatatan, pelaporan supervise dan reviu intern.
1.      Pengorganisasian
2.      Personil
3.      Kebijakan
4.      Perencanaan
5.      Prosedur
6.      Pencatatan
7.      Laporan







0 komentar:

Posting Komentar

kampusku

Blogger templates

Blogroll