NAMA : THEO MANGGALAPI WIBOWO
KELAS : 4EB20
KELOMPOK : 2
TUGAS : MERANGKUM
KELOMPOK 2 : A. LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Pelatihan dan pengembangan bagi sumber daya
manusia adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
agar bisa menjadi sumber daya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan,
keterampilan bekerja, tingkat profesionalisme yang tinggi dalam bekerja agar bisa
meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan yang baik.
B.
JENIS PROGRAM DAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
Terdapat banyak pendekatan untuk
pelatlian. Menurut (Simamora: 2006:278) ada
lima jenis-jenis pelatihan yang dapat
diselenggarakan :
1.
Pelatihan keahlian
2.
Pelatihan ulang
3.
Pelatihan lintas fungsional
4.
Pelatihan tim
5.
Pelatihan kreatifitas
C.
ORIENTASI PEKERJA BARU
Setelah merekrut pegawai baru, maka harus
ada satu proses yang penting yaitu bagaimana memperkenalkan pegawai baru
tersebut kepada lingkungan, peraturan dan tujuan perusahaan, sehingga membantu
pegawai tersebut masuk ke dalam bagian sebagai pihak yang dapat memajukan
perusahaan. Hal inilah yang dikenal dengan istilah Orientasi Pegawai Baru. Seringkali
karena kurangnya proses orientasi, menyebabkan kurangnya produktivitas. Hal ini
bisa disebabkan kurangnya informasi dan pemahaman tentang peraturan dan bisnis
perusahaan, akibatnya si pegawai baru tidak mencapai target yang diharapkan,
atau bisa saja dia tidak betah akan situasi dan kondisi perusahaan yang tidak
mendukung, akhirnya dia memilih keluar dari perusahaan. Beberapa tahap
orientasi yang penting dilakukan, antara lain :
1.
Perkenalan
2.
Penjelasan tujuan perusahaan
3.
Sosialisasi kebijakan
4.
Jalur komunikasi
5.
Proses monitoring
D.
PELATIHAN DAN TAHAP-TAHAPNYA
1.
Penetuan kebutuhan pelatihan SDM
2.
Mendesain program pelatihan SDM
3.
Evaluasi efektifitas program pelatihan SDM
E.
PELATIHAN FORMAL DAN NON FORMAL
1.
Pelatihan formal
Pelatihan
formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi
atau perusahaan untuk para karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara
teratur, terjadwal dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada. Kurikulum
silabus disusun berdasarkan kebutuhan pelatihan yang sudah dikaji sebelumnya,
sehingga materi pelatihan itu benar-benar berkaitan dan dapat meningkatkan
kemampuan pelaksanaan
pekerjaan
sehari-hari karyawan. Metode pelatihan formal
a. Belajar
mandiri
b. Metode
belajar dikelas/ceramah
c. Pelatihan
ditempat kerja (on the job training)
d. Unjuk
kerja
e. Simulasi
f.
Sistem magang
g. Pelatihan
vestibule
h. Bermain
peran
i.
Telaah kasus
j.
Pelatihan laboratorium
2.
Pelatihan non formal
Pelatihan
nonformal adalah pelatihan yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal.
Pelatihan formal tidak selalu dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang
besar, waktu yang lama, dan tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya.
Salah satu jenis pelatihan nonformal disebut Built In Training (BIT) atau pelatihan
melekat merupakan pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas
setiap atasan, untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar uraian pekerjaan yang sudah
ditetapkan sebelumnya.
F. PELATIHAN SUPERVISOR, PENGEMBANGAN TEAM, DAN PENGEMBANGAN BAGAN
ORGANISASI
Para manager dan supervisor organisasi
bertanggung jawab tidak hanya bagi kinerja mereka sendiri, tetapi juga bagi
kinerja dari para pekerjanya sendiri. Tujuan dari pelatihan supervisi adalah
untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan pengawasan atau supervisi dan
manajemen supaya membantu menejemen kepegawaian untuk melaksanakan pekerjaan
melalui orang lain dan untuk membantu pegawai-pegawai dari manager dan supervisor
agar bekerja lebih baik dan tangkas. Ada dua jenis pelatihan, yaitu :
1.
Organization Development
2.
Sensitivity Training
G.
ARTI DAN PENTINGNYA PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
1.
Sumber daya manusia pendidikan
Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, faktor
pendidikan adalah faktor utama untuk mencetaknya. Untuk itu pelaku-pelaku
pencerdas generasi bangsa ini adalah
mereka yang benar-benar berkompetensi di bidangnya. Keberadaan
guru dan dosen memegang peranan penting dalam proses pembelajaran masyarakat.
Dari kerja keras guru
dan dosen yang profesional maka tidak mustahil jika hasil yang
dicapai juga akan baik bagi peningkatan sumber daya manusia,
2. Sumberdaya manusia pertanian
Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian terus
dilakukan oleh
pemangku kebijakan (stakeholder) dalam hal ini adalah Departemen
Pertanian RI. Pembangunan di sektor Pertanian meliputi peningkatan kualitas SDM
petani melalui penyuluhan tata cara bertani yang baik, merupakan program DEPTAN
dalam meningkatkan keterampilan dan pemahaman tentang pertanian pada para
petani.Bidang usaha yang paling maju di Indonesia adalah bidang pertanian. Maju
dalam arti paling dahulu diusahakan, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam usaha
itu paling banyak, serta pengalaman bangsa Indonesia di bidang ini tentunya
paling banyak.
3. Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan
Terdapat 3 simpul permasalahan SDM Kesehatan, yaitu :
a. Masalah keterkaitan antara tugas jabatan dengan kompetensinya
b. Masalah pengelolaan yang variatif khususnya dalam bidang
reward, yang tergantung pada kemampuan daerah, dan
c. Masalah ketidakseimbangan antara rekruitmen, pendayagunaan dan
pembinaan di berbagai daerah khususnya daerah terpencil.
H. PENGEMBANGAN SDM MELALUI DIKLAT
Diklat adalah proses
penyelenggaran belajar mengajar dalam rangka meningkatkan
kemampuan PNS. Tujuan diklat
adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan, dan sikap untk
dapat melaksanakan tugas jabatan secara professional.
2. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan.
3. Menciptakan operator yang mampu berperan sebagai perekat persatuan
dan kesatuan bangsa.
I. PENGEMBANGAN MELALUI MUTASI/PROMOSI
Promosi adalah penghargaan
dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam
pemerintahan maupun non pemerintah (swasta). Mutasi atau transfer menurut
Wahyudi (1995) adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi
yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami
pindah kerja. Kompensasi gaji, tugas dan tanggung jawab yang baru umumnya
adalah sama seperti sedia kala. Sebab-sebab pelaksanaan mutase menurut Siswandi
(1999) digolongkan sebagai berikut :
1. Permintaan sendiri
2. Alih tugas produktif (ATP)
J. PENGEMBANGAN MELALUI GKM (GUGUS KENDALI MUTU)
Pengertian GKM di dalam
perusahaan adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3-8 orang dari
unit kerja yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan
mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu ditempat
kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.
K. PENGEMBANGAN MELALUI WASKAT
Waskat adalah
pengorganisasian, prosedur, pencatatan, pelaporan supervise dan reviu intern.
1. Pengorganisasian
2. Personil
3. Kebijakan
4. Perencanaan
5. Prosedur
6. Pencatatan
7. Laporan
0 komentar:
Posting Komentar