NAMA : THEO MANGGALAPI WIBOWO
KELAS : 4EB20
KELOMPOK : 2
TUGAS : MERANGKUM
KELOMPOK 1 : A. SELEKSI DAN PENEMPATAN
Seleksi dan penempatan
merupakan langkah yang diambil segera setelah terlaksananya fungsi
rekrutmen.Seperti halnya fungsi rekrutmen, proses seleksi dan penempatan
merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya
manusia.seleksi dan penempatan merupakan serangkai langkah kegiatan yang
dilaksanakan untuk memutuskan apakah seorang pekerja ditempatkan pada
posisi-posisi tertentu yang ada di dalam organisasi.
B. PROSES SELEKSI
1. Penyaringan pelamar
2. Tes
3. Wawancara awal
4. Evaluasi latar belakang
5. Wawancara mendalam
6. Pemeriksaan kesehatan
7. Keputusan diterima
C. SAYARAT-SYARAT SELEKSI DAN PENEMPATAN
Efektifitas fungsi seleksi dan
penempatan ditentukan oleh beberapa syarat penting dan informasi yang
dibutuhkan. Syarat-syarat yang dimaksud adalah :
1. Informasi analisis jabatan, yang memberikan diskripsi jabatan,
spesifikasi
jabatan dan
standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap jabatan;
2. Rencana-rencana sumber daya manusia, yang memberikan informasi
kepada manager tentang tersedia / tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi;
3. Keberhasilan fungsi rekrutmen, yang akan menjamin manager bahwa
tersedia sekelompok orang yang akan dipilih
D. PENGARUH NILAI TERHADAP SELEKSI DAN PENEMPATAN
Manajemen Sumber Daya Manusia
dalam evolusi teori manajemen, yang dalam perkembangannya tercatat tiga model
utama, yakni model klasik, human relations, dan manajemen sumber daya manusia.
Nilai-nilai implikasinya dalam MSDM, pengaruh lingkungan (nilai) terhadap MSDM,
karena diakui bahwa segala fungsi/aktivitas MSDM sangat sarat akan nilai.
Secara eksklusif dan lebih jauh menguraikan nilai affirmative action yang
dipandang sebagai manifestasi nilai keadilan sosial.
Analisa dan klasifikasi
pekerjaan, yang didahului dengan pengertian analisa pekerjaan, tujuan analisa
pekerjaan, yang diketahui terdapat kurang lebih 12 macam tujuan. Masalah
rekutmen, dimulai dari pengertian, maksud dan tujuan rekrutmen, alasan- alasan
dasar rekrutmen, rekrutmen dan pengaruh nilai, kerena dalam praktek aktivitas
rekrutmen ini ditandai oleh persaingan tiga nilai utama keadilan sosial
(termasuk affirmative action), efisiensi, dan daya tangkap politik.
Penilaian perfomansi
pekerjaan, Produktivitas, Motivasi Kerja, Pelatihan dan
Pengembangan, Hubungan antara
pekerja-manajemen, tindakan disiplin dan pengaduan yang dapat dilakukan pekerja
jika merasa tidak puas atas tindakan disiplin atau tindakan- tindakan manajemen
lainnya yang dianggap melanggar hak-haknya. Hak-hak pekerja, yang menyoroti
nilai pekerja publik, yang dijelaskan seberapa jauh para pekerja mempunyai
hak-hak tergantung pada nilai utama yang mendasari sistem pekerjaan publik.
E. TES KEABSAHAN DAN BENTUK-BENTUK KEABSAHAN
Tes Keabsahan atau validasi
adalah penentuan cakupan apakah suatu alat seleksi bersesuaian dengan syarat
pekerjaan. Dimana terdapat 3 strategi validitas, yaitu:
1. Empirical Validation, ini dikenal dengan keabsahan kriteria
(criterion validation) yang menghendaki bahwa suatu angka test dalam pengertian
statistik dapat dikorelasikan secara signifikan dengan unsur penting dari
performansi kerja. Sehingga tes ini akan memakan waktu dan uang dan dapat
menjadi tidak praktis bagi organisasi yang mempekerjaan sedikit orang pada suatu
kelas pekerjaan.
2. Construct Validation, adalah tes yang mengidentifikasikan
ciri-ciri psikologis atau ketangkasan yang dikaitkan dengan keberhasilan
kinerja pekerjaan tersebut. Ini membutuhkan jasa konsultan yang valid dan
independen.
3. Content Validation, tes ini menuntut adanya kualifikasi minimum
yang logis yang dikaitkan dengan kewajiban dari jabatan yang akan ditempati,
standar kinerja realistik, ketrampilan, pengetahuan sesuai dengan SKAs.
F. METODE-METODE SELEKSI DAN PENEMPATAN
Dalam proses seleksi adalah
menetapkan kualifikasi minimal bagi suatu jabatan melalui analisis jabatan ini
berkaitan dengan metode-metode tertentu yang untuk mengukur
kualifikasi-kualifikasi dari pelamar atau pekerja. Ada 9 metode yang
biasanya digunakan, yakni :
1. Tinjauan data biografis
2. Tes ketangkasan
3. Tes kemampuan
4. Tes performasi
5. Referensi
6. Evaluasi performasi
7. Wawancara
8. Pusat-pusat penilaian
9. Masa percobaan
G. KENDALA-KENDALA DALAM MEMILIH METODE SELEKSI DAN PENEMPATAN
Beberapa kendala dalam memilih metode
seleksi dan penempatan, yaitu:
1. Tingkat validitas yang berbeda dan keterkaitan kerja yang berbeda;
2. Masing-masing metode mempunyai tingkat reliabilitas atau
kekonsistenan angka bagi seorang pelamar dibandingkan waktu;
3. Metode tersebut mempunyai tingkat biaya yang bervariasi, dari yang
mulai tidak mahal hingga biaya yang sangat mahal;
4. Orientasi nilai (efiensi, kepentingan, keadilan) dari sebuah
organisasi juga mempengaruhi dalam pemilihan metode seleksi dan penempatan.
H. STRATEGI TES KEABSAHAN (VALIDATION TEST)
Dalam suatu perusahaan, tenaga
kerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tercapainya tujuan
perusahaan. Dalam proses rekrutmen dan seleksinya perusahaan harus menggunakan
prosedur rekrutmen dan seleksi yang objektif, terpercaya dan absah. Oleh karena
itu pihak perusahaan harus menentukan ragam pilihan strategis dalam rekrutmen
dan seleksi karyawan baru, antara lain:
1. Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis yang berfokus
pada pendekatan gender dan lingkungan social.
2. Perusahaan dapat memilih karyawan baru (atau menyewa tenaga kerja
kurang terlatih atau yang terlatih dan professional).
3. Perusahaan membuat keputusan dengan memperhatikan anggaran yang
tersedia untuk rekrutmen dan seleksi karyawan.
4. Perusahaan dapat membuat suatu pilihan strategis untuk mencari
sumber tenaga kerja yang belum dimanfaatkan.
5. Perusahaan membuat keputusan strategis dengan memperhatikan
kecanggihan teknologi dari cara baru rekrutmen dan seleksi.
0 komentar:
Posting Komentar