NAMA : THEO MANGGALAPI WIBOWO
KELAS : 4EB20
KELOMPOK : 2
TUGAS : MERANGKUM
KELOMPOK 5 : A. PENILAIAN PRESTASI KERJA
Prestasi kerja pegawai
merupakan hasil yang dicapai pegawai dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang
diberikan kepadanya baik secara kuantitas maupun kualitas melalui prosedur yang
berfokus pada tujuan yang hendak dicapai serta dengan terpenuhinya standard
pelaksanaan. Untuk mencapai prestasi kerja yang baik, unsur yang paling dominan
adalah sumber daya manusia, walaupun perencanaan telah tersusun dengan baik dan
rapi tetapi apabila orang atau personil yang melaksanakan tidak berkualitas dan
tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, maka perencanaan yang telah disusun
tersebut akan sia-sia.
B.
TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN PRESTASI KERJA
Tujuan penilaian prestasi
kerja pegawai terdiri dari dua tujuan yaitu :
1. Tujuan pokok penilaian prestasi kerja adalah menghasilkan
informasi yang akurat tentang perilaku dan evaluasi kerja anggota organisasi.
2. Tujuan khususnya, yaitu sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
(Simamora,2004: 421) Penilaian
prestasi kerja sebagai alat dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan
bermanfaat baik bagi pegawai, berguna untuk mengetahui kekurangan, potensi,
tujuan, rencana, dan pengembangan karir pegawai. Sedangkan bagi perusahaan
bermanfaat dalam pengambilan keputusan identifikasi, kebutuhan program
pendidikan dan latihan, rekrutmen, seleksi, penempatan pegawai, promosi
(pengembangan karir), dan berbagai aspek lain dari keseluruhan proses manajemen
secara efektif. Program penilaia prestasi kerja yang dianut oleh instansi dapat
menimbulkan kepercayaan dan moral yang baik dari pegawai terhadap instansi.
C. TANGGUNG JAWAB PENILAIAN
Seringkali departemen sumber
daya manusia bertanggung jawab untuk mengkoordinasi perancangan dan
implementasi program program penilaian kinerja.Namun, penting bagi para manajer
lini untuk memainkan peran kunci dari awal sampai akhir.Orang orang ini
biasanya melaksanakan penilaian, dan mereka harus berpartisipasi langsung
didalamnnya agar program tersebut berhasil. Beberapa orang berikut ini mungkin
dalam kenyataannya akan menilai
karyawan:
1. Atasan langsung
2. Bawahan
3. Rekan kerja dan anggota tim
4. Penilaian diri sendiri
5. Penilaian pelanggan
D. OBYEK DAN METODE-METODE PENILAIAN KERJA
Objek penilaian adalah perusahaan
yang dapat dikendalikan oleh karyawan yang bersangkutan. Penentuan objek
penilaian tentu saja tidak akan mencakup semua objek yang ada. Hanya faktor
utama saja yang perlu, berulang, penting dan bersifat strategis yang pantas
dijadikan objek penilaian. Objek penilaian harus sinkron dengan tujuan
peniaianoleh karena itu, penilai harus benar benar mampu merencanakan dan
melaksanakan suatu penilaian objekktif. Objek penilaian karyawan itu mencakup
dua hal pokok yaitu hasil pekerjaan (prestasi kerja) dan sifat sifat pribadi
Dari uraian diatas dapat disimpulkan baha dalam menetapkan jumlah dan jenis
objek yang dinilai harus mempertimbangkan 3 hal berikut :
1. Hasil kerja individu
2. Perilaku
3. Sifat
E.
DAFTAR PENILAIAN PEKERJAAN
Daftar penilaian pekerjaan merupakan dokumen
kepegawaian yang bersifat rahasia. Daftar penilaian pekerjaan disimpan untuk selama
5 tahun dari mulai tahun pembuatannya. Daftar penilaian pekerjaan yang telah
lebih dari 5 tahun digunakan lagi dan dapat dimusnahkan menurut tata cara yang
diatur dalam perundang undangan yang berlaku. Pejabat penilai melakukan
penilaian pelaksanaan pekerjaan terhadap pegawai yang berada didalam
lingkungannya pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun. Jangka waktu penilaian
adalah mulai bulan Januari sampai bulan Desember tahun yang bersangkutan. Nilai
pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan angka sebagai berikut :
1.
Amat Baik : 91-100
2.
Baik : 76-90
3.
Cukup : 61-75
4.
Sedang : 51-60
5.
Kurang : 50 <
F.
UNSUR – UNSUR PELAKSANAAN DALAM PENILAIAN PRESTASI KERJA
Unsur-unsur penilaian prestasi kerja
menurut Malayu S.P Hasibuan antara lain :
1.
Kesetiaan.
2.
Prestasi Kerja.
3.
Kejujuran.
4.
Kedisplinan.
0 komentar:
Posting Komentar